Kamis, 26 April 2012

PAI : Amal Shaleh


AMAL  SHALEH
Amal berarti perbuatan baik atau buruk. Istilah amal hanya dihubungkan dnegan manusia karena hanya manusai yang dapat mengerjakan amal. Hal itu disebabkan amal merupakan suatu perbuatan yang dilakukan berdasarkan ilmu pengetahuan, pilihan atau kesadaran sendiri, dan kesengajaan atau niat.
Adapun amal shaleh memiliki beberapa pengertian. Menurut Muhammad Abduh, shaleh adalah segala perbuatan yang berguna bagi pribadi, keluarga, kelompok, dan manusia secara keseluruhan. Menurut Az-Zamakhsyari, amal shaleh adalah segala perbuatan yang sesuai dengan akal rasional, Al-Quran dan sunah Nabi Muhammad. SAW. Dari dua pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa amal shaleh akan memberi manfaat, baik bagi orang yang mengerjakan maupun bagi orang lain. Kebalikan dari amal shaleh yaitu amal sayyi’ah atau anal yang mendatangkan mudarat baik bagi pelakunya maupun bagi orang lain.
1.      Macam-Macam Amal Shaleh
Amal shaleh terdiri dari duamacam, yaitu amal shaleh terhdap sesama ma nusia dan makhluk lain serta amal shaleh terhadap Allah SWT.
a.       Amal shaleh terhadap Allah SWT adalah beribadah, yaitu menjalankan semua yang diperintahkan Allah SWT dan meninggalkan serta menjauhi semua yang dilarang Allah.
b.      Amal shaleh terhadap manusia dan makhluk lain adalah menjalankan hak dan kewajiban dalam kehidupan antarsesama manusia dan makhluk, yaitu siikap tengganag rasa, ramah, santun, bertutur kata yang baik, berakhlak mulia, menjaga kelestarian alam, menolong orang yang tidak mampu, dan lain sebagainya.
Orang yang melaksanakan amal shaleh adalah orang yang menjadi kekasih Allah SWT, karena Allah sangat menyayangi orang-orang yang beramal shaleh.
2.      Syarat sah amal shaleh
Adapun syarat sah amal shaleh adalah sebagai berikut :
a.       Amal shaleh dilakukan dengan mengetahui ilmunya.
b.      Amal shaleh itu dikerjakan dengan niat ikhlas karena Allah.
c.       Amal shaleh itu hendaknya dilakukan secara sah sesuai dengan petunjuk syarak (Al-Quran dan Hadist).
3.      Contoh Perilaku Amal Shaleh
Amal shaleh merupakan salah satu syarat seseorang mendapatkan kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat. Diantara contoh perilaku amal shaleh yaitu :
a.       Melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.
b.      Membantu orang lain y6ang membutuhkan pertolongan, baik berupa moril maupun material.
c.       Menengok teman atau saudara yang sakit.
d.      Menyumbang dana bagi pembangunan masjid, madrasah, pondok pesantren, ataupun  fasilitas umum lainnya.
e.       Turut bekerja bakti  membersihkan lingkungan sekolah.
f.       Mendonorkan darah untuk keperluan kemanusiaan dab sebagainya.
Semua perbuatan tersebut, tentunya harus didasari keimanan dan keikhlasan sehingga dihadapan Allah swt. Dapat digolongkan amal shaleh.

Perilaku amal shaleh merupakan perbuatan atau daya upaya manusia untuk melakukan suatu perbuatan yang sangat mudah demi menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat. Perilaku manusia tidak hanya shalat dan ibadah saja, tetapi secara duniawi seorang manusia harus menggunakan akal agar tidak menyia-nyiakan waktunya. Keperluan manusia, makanan misalnya, apabila diusahakan dengan tangannya sendiri akan lebih baik daripada hanya mengharapkan pemberian orang lain tanpa melakukan apapun. Nabi Muhammad saw. bersabda yang artinya “Dari Miqdam r.a. diterangkan bahwa Nabi saw. bersabda, “Tiadalah seseorang yang makan makanan  sekali-kali lebih baik daripada makanan dari hasil tangannya sendiri. Sesungguhnya Nabi Allah Daud a.s. memakan makanan dari hasil kerja tangannya sendiri.”  (HR Bukhari)
Ayat dari hadis tersebut merupakan morivasi, bahkan perintah bahwa manusia harus produktif agar rezeki di dunia ini dapat diperoleh. Tiga hal berikut ini perlu dilakukan dalam menjalankan amal shaleh demi kesejahteraan umat manusia, yaitu sebagai berikut :
A.    Selalu Menggunakan Akal
Manusia yang produktif adalah manusia yang selalu menggunakan akalnya. Ia diberi kepercayaan oleh Allah SWT. untuk mengolah bumi. Oleh karena itu, melalui akal pikiran, manusia dapat menciptakan alat-alat usaha, baik pertanian, peternakan, industri, bahkan teknologi yang mengagumkan yang telah dapat dibuat oleh manusia. Akal pikiran harus senantiasa digunakan jika ingin senantiasa produktif dan diridai Allah SWT. karena Dia amat murka kepada orang-orang yang tidak menggunakan akalnya.

B.     Tumbuhkan Sikap yang akan Membawa Kemajuan  dan Sukses
Sikap yang membawa kemajuan dan sukses antara lain semangat untuk terus  mencoba, mengetahui sesuatu lebih dalam, dan tidak suka membuang-buang waktu, senang membantu pekerjaan orang lain yang membutuhkan bantuan tanpa mengaharapkan pujian atau imbalan yang berlebihan, kasih sayang, pantang putus asa, dan menjadikan setiap kesalahan sebagai pelajaran untuk tidak diulang kembali dan menggantinya dengan keberhasilan.

C.     Manfaatkan Indra yang Dikarunai Allah SWT. untuk Berkarya
Rezeki yang berupa indra adalah karunia besar dan rahmat yang sangat berharga bagi manusia untuk dapat berkarya. Manusia tidak akan sejahtera bila ia tidak bekerja, berkarya, dan berusaha. Oleh karena itu, manusia yang senantiasa berkarya harus berusaha menggunakan indranya semaksimal mungkin untuk menghasilkan yang terbaik dari dirinya. Manusia harus senantiasa mengingat Allah SWT dan bersyukur terhadap betapa berharganya karunia Allah SWT tersebut. (QS Al-Baqarah/2:152-153)




Artinya : Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku. Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar (QS Al-Baqarah/2:152-153).
Dalam beramal shaleh kita dituntut untuk selalu mempertimbangkan keseimbangan antara kehidupan duniawi maupun ukhrawi. Dunia adalah ladang dari akhirat. Oleh karena itu, selagi kita hidup di dunia hendaknya kita senantiasa menanam amal shaleh sehingga kelak diakhirat dapat memuai panen dari kebajikan tersebut.
Mengelola waktu merupakan salah satu aspek paling penting untuk bekerja secara efektif dan efisien. Kita harus mengelola waktu, memegang tanggung jawab, dan mengatur kegiatan dengan baik serta terencana agar pekerjaan tidak terbengkalai. Tidak sedikit manusia yang mengalami kerugian dalam hal waktu. Allah SWT berfirman :







Artinya : Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran (QS. Al-Ashr : 1-3)

Dalam Kitab Ar Riqaq (Hamba Sahaya), Imam Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Absar bahwasanya Rasulullah saw menyatakan ada dua kenikmatan yang sering membuat manusia tertipu, yaitu kesehatan dan waktu kosong. Oleh karena itu untuk menghindarinya kita perlu mengisi waktu luang tersebut dengan perilaku-perilaku positif agar menjadi efisien, diantaranya sebagai berikut :
1.      Membaca buku yang bermanfaat
2.      Zikir kepada Allah SWT
3.      Memanfaatkan waktu luang untuk mempererat tali persaudaraan atau silaturrahmi.



Biologi : Pertumbuhan Dan Perkembangan pada Tumbuhan


Pertumbuhan adalah proses pertambahan ukuran sel atau organisme. Pertumbuhan ini bersifat kuantitatif/terukur, dengan menggunakan busur pertumbuhan atau auksanometer. Perkembangan adalah proses menuju kedewasaan pada organisme, terspesialisasinya sel-sel menjadi struktur dan fungsi tertentu. Proses ini berlangsung secara kualitatif. Baik pertumbuhan atau perkembangan bersifat irreversibel karena adanya pembelahan mitosis atau pembelahan sel.
PERTUMBUHAN PADA TUMBUHAN
Secara umum pertumbuhan dan pekembangan pada tumbuhan diawali untuk stadium zigot yang merupakan hasil pembuahan sel kelamin betina dengan jantan. Pembelahan zigot menghasilkan jaringan meristem yang akan terus membelah dan mengalami diferensiasi.
Diferensiasi adalah perubahan yang terjadi dari keadaan sejumlah sel, membentuk organ-organ yang mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda.
Terdapat 2 macam pertumbuhan, yaitu:
1. Pertumbuhan Primer
Terjadi sebagai hasil pembelahan sel-sel jaringan meristem primer. Berlangsung pada embrio, bagian ujung-ujung dari tumbuhan seperti akar dan batang.
Embrio memiliki 3 bagian penting :
a. tunas embrionik yaitu calon batang dan daun
b. akar embrionik yaitu calon akar
c. kotiledon yaitu cadangan makanan
http://bebas.ui.ac.id/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi/Image/2-2f-1.jpg
Gbr. Embrio Tumbuhan
Pertumbuhan tanaman dapat diukur dengan alat yang disebut auksanometer.
Daerah pertumbuhan pada akar dan batang berdasar aktivitasnya tcrbagi menjadi 3 daerah
a. Daerah pembelahan
Sel-sel di daerah ini aktif membelah (meristematik).
b. Daerah pemanjangan
Berada di belakang daerah pembelahan.
c. Daerah diferensiasi
Bagian paling belakang dari daerah pertumbuhan. Sel-sel mengalami
diferensiasi membentuk akar yang sebenarnya serta daun muda dan
tunas lateral yang akan menjadi cabang.
2. Pertumbuhan Sekunder
Merupakan aktivitas sel-sel meristem sekunder yaitu kambium dan kambium gabus. Pertumbuhan ini dijumpai pada tumbuhan dikotil, gymnospermae dan menyebabkan membesarnya ukuran (diameter) tumubuhan.
- Mula-mula kambium hanya terdapat pada ikatan pembuluh, yang disebut kambium vasis atau kambium intravasikuler. Fungsinya adalah membentuk xilem dan floem primer.
- Selanjutnya parenkim akar/batang yang terletak di antara ikatan pembuluh, menjadi kambium yang disebut kambium intervasis.
- Kambium intravasis dan intervasis membentuk lingkaran tahun Þ bentuk konsentris.
Kambium yang berada di sebelah dalam jaringan kulit yang berfungsi sebagai pelindung. Terbentuk akibat ketidakseimbangan antara permbentukan xilem dan floem yang lebih cepat dari pertumbuhan kulit.
- ke dalam membentuk feloderm : sel-sel hidup
- ke luar membentuk felem : sel-sel mati
http://bebas.ui.ac.id/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi/Image/2-2f-3.jpg

Gbr. Lingkaran tahun
karena aktivitas xilem sekunder
http://bebas.ui.ac.id/v12/sponsor/Sponsor-Pendamping/Praweda/Biologi/Image/2-2f-2.jpg
Gbr. Irisan melintang batang waru

Macam-macam Perkecambahan pada Biji
1. Perkecambahan hipogeal: apabila terjadi pembentangan ruas batang teratas (epikotil) sehingga daun lembaga tertarik keatas tanah tetapi kotiledon tetap di dalam tanah.
Contoh: perkecambahan pada biji kacang tanah dan kacang kapri.
2. Perkecambahan epigeal: apabila terjadi pembentangan ruas batang di bawah daun lembaga atau hipokotil sehingga mengakibatkan daun lembaga dan kotiledon terangkat ke atas tanah. Contoh: perkecambahan pada biji buncis dan biji jarak.
Perkembangan Akar
Akar merupakan organ vegetatif utama yang memasok air, mineral dan bahan-bahan yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Walaupun memiliki sumbangan yang sangat penting, seringkali, bahkan terlalu sering, akar itu tidak diperdulikan, karena akar itu tidak tampak, maka tidak dipikirkan.
Penelitian mengenai akar sangat terbatas, jika dibandingkan dengan penelitian mengenai organ tubuh tumbuhan lainnya, sebagian besar disebabkan oleh kesulitan yang ada untuk mempelajarinya. Walaupun demikian, terdapat lebih banyak kesempatan untuk merangsang pertumbuhan tanaman dengan cara mengubah lingkungan perakaran dibandingkan dengan mengubah lingkungan pucuk. Udara, air, dan kondisi mineral rizosfer (lingkungan perakaran) relatif mudah diubah melalui praktik pertanian.
Diferensiasi Jaringan pada Akar
Agak jauh dari promaristem apikal pada akar, dapat dibeda-bedakan epidermis, korteks, dan silinder vaskuler. Perisikel dapat pula diidentifikasi dekat maristem apikal. Karena tidak mungkin membedakan secara jelas antara maristem jaringan pembuluh dan maristem jaringan bukan pembuluh, maka belum jelas apakah perisikel itu berkembang dari prokambium atau dari maristem dasar. Sel-sel prokambium yang berdiferensiasi ke dalam unsur-unsur trakea segera dapat diperbedakan dari sel-sel yang akan membentuk unsur-unsur floem. Sel-sel yang disebut lebih dahulu itu membesar dan vakuolanya besar-besar, yang disebut kemudian mengalami banyak sekali pembelahan tanpa menjadi besar, sehingga menjadi amat kecil.
Tingkat pemunculan berbagai unsur trakea, dibandingkan dengan tingkat pematangan yang harus dijalani, sangat menarik. Sel-sel yang berkembang menjadi unsur-unsur metaxilem itu menjadi besar, bersama-sama dengan vakuola yang ada didalamnya, sebelun sel-sel tersebut berdiferensiasi kedalam unsur-unsur protoxilem, sedangkan tentu saja tingkat pematangan justru sebaliknya. Karena itu dimensi akhir unsur-unsur metaxilem jauh lebih besar dibandingkan dengan ukuran akhir. Hal ini terutama amat nyata pada protoxilem (Heimsch,1951).
Perkembangan ontogenik dari sistem pembuluh primer akar itu lebih sederhana dibanding dengan batang, karena diferensiasi sistem vaskuler pada batang itu berkaitan dengan perkembangan daun. Sistem pembuluh pada akar berkembang secara terpisah dari organ lateral dan prokambium berkembang secara akropetal sebagai kelanjutan tak terputus jaringan pembuluh pada bagian-bagian akar yang lebih matang. Diferensiasi dan pematangan xilem dan floem juga secara akropetal (Popham,1955) dan mengikuti proses pada prokambium. Dari penelitian yang amat cermat yang dilakukan sampai sekarang itu ternyata bahwa unsur-unsur protofloem menjadi matang lebih ke arah maristem apikal dibandingkan dengan unsur-unsur trakea yang pertama-tama. Dari sini tampaklah bahwa proses pematangan unsur protoxilem dan unsur protofloem itu juga lebih sederhana pada akar dari pada batang, dalam hal ini diferensiasi awal pada xilem yang dekat dengan promordium daun dalam dua arah. Pada umumnya diferensiasi jaringan akar dibelakang promaristem apikal dapat dirangkum sebagai berikut : pembelahan periklinal dalam korteks berhenti dekat tingkatan dengan unsur tipis menjadi matang; diluar daerah ini akar mengalami pemanjangan cepat, dan pematangan protoxilem biasanya hanya berlangsung pada saat proses pemanjangan hampir selesai; jalur caspari berkembang dalam sel-sel endodermis sebelum pematangan unsur-unsur protoxilem dan pada umumnya juga sebelum timbulnya rambut-rambut akar.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan
A. Faktor Luar
1.
Air dan Mineral : berpengaruh pada pertumbuhan tajuk 2 akar. Diferensiasi salah satu unsur hara atau lebih akan menghambat atau menyebabkan pertumbuhan tak normal.
2.
Kelembaban : mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan. Kondisi lembap menyebabkan banyak air yang diserap tumbuhan dan lebih sedikit yang diuapkan. Dengan demikian, sel-sel lebih cepat pertumbuhannya.
3.
Suhu : di antaranya mempengaruhi kerja enzim. Suhu ideal yang diperlukan untuk pertumbuhan yang paling baik adalah suhu optimum, yang berbeda untuk tiap jenis tumbuhan.
4.
Cahaya : mempengaruhi fotosintesis. Secara umum merupakan faktor penghambat.
Etiolasi adalah pertumbuhan yang sangat cepat di tempat yang gelap
Fotoperiodisme adalah respon tumbuhan terhadap intensitas cahaya dan panjang penyinaran.

B. Faktor Dalam
Pertumbuhan juga dipengaruhi oleh faktor-faktor dalam, misalnya gen dan hormon.
a.       Auksin
  • Banyak terdapat pada ujung koleoptil.
  • Mendorong pemanjangan batang/pucuk.
  • Merangsang pertumbuhan akar adventif pada batang/stek batang.
  • Memacu dominasi tunas apikal (tunas diujung batang).
b.      Giberelin
  • Memacu pertumbuhan batang.
  • Merangsang perkecambahan biji dan tunas.
  • Merangsang pembentukan bunga.
  • Merangsang perkembangan buah tanpa biji (partenokarpi).
c.       Sitokinin
  • Memacu pembelahan sel dan pembentukan organ.
  • Menunda penuaan.
  • Memacu perkembangan kuncup samping.
  • Memacu perbesaran sel pada kotiledon dikotil.
d.      Asam Absisat (ABA)
  • Menghambat pertumbuhan (Dormancy).
  • Memacu pengguguran daun, bunga, dan buah.
e.       Gas Etilene
Mempercepat pematangan buah, merangsang pembungaan, merangsang penuaan dan .pengguguran daun serta menghambat pemanjangan batang.

f.       Kalin
Merangsang pertumbuhan bagian-bagian tanaman :
- Rhizokalin = akar
- Filokalin = daun
- Kaulokalin = batang
- Anthokalin = bunga

KESIMPULAN
         Pertumbuhan adalah bertambah besarnya suatu individu akibat pembelahan mitosis dan penambahan materi. Perkembangan adalah diferensiasi sel membentuk struktur dan fungsi tertentu.
         Pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan dimulai dengan berkecambahnya biji. Disebut epigeal jika kotiledon terangkat ke atas permukaan tanah, hipogeal jika kotiledon tetap di bawah tanah.
         Pertumbuhan dan perkembangan dipengaruhi oleh faktor luar : air, cahaya, kelembapan, suhu, dan makanan. Faktor dalam : gen dan hormon.